Minggu, 25 Oktober 2020
Perawatan display produk 2
Assalamualaikum wr wb
ntuk materi ini silahkan kalian pelajari modul hal 52-60, ibu tambahkan materi untuk melengkapinya
SOP
DEPARTEMEN FRESH
JENIS STANDARD MUTU DISPLAY
SAYUR Kesegaran Menyiapkan POP sesuai produk dan harga
Ikatan Memberi label sebelum dipajang
Ukuran Berdasarkan pengelompokkan jenis
Jenis Menggunakan nampan berisi air es untuk sayuran daun yg diikat
Kesinambungan Harus selalu merapikan pajangan
Memperhatikan arus perputaran barang (FIFO)
Disemprot air bersih sesering mungkin
BUAH Kesegaran warna harus seimbang
Ukuran seragam Ukuran buah relatif sama
Tidak cacat Memperhatikan arus perputaran barang (FIFO)
Tidak busuk Dirapikan dan sortir setiap saat
Pajangan terlihat penuh
DAGING Kesegaran Dipajang sesuai dengan kelompoknya,pisahkan bahan mentah dan hasil olahan
Pastikan suhu showcase 0-2 derajat celcius dan frozen island 16-20 derajat celcius
Gunakan nampan bersih dan kering untuk peralatan display
Potongan daging yang berlemak diletakkan diatas
Ikan basah dipajang diatas serutan es
Disediakan mangkok berisi air dan potongan jeruk nipis untuk cuci tangan
Konsumen
Tutup nampan yang berisi produk dengan plastik wrapping
Selalu cantumkan POP
SUSU DAN Kesegaran Buat kelompok sesuai dengan jenis/kegunaan produk
DAIRY Buatlah pajangan semenarik mungkin dgn komposisi warna,label,merek menghadap
Kedepan
Pajangan selalu dirapikan dan terlihat cukup dan ada kesinambungan
Stok merupakan persediaan dari kumpulan barang, stok bisa dikatakan baik jika berada dalam tingkat paling ekonomis tanpa adanya suatu resiko. Resiko akan muncul bila diakibatkan oleh adanya suatu stok dalam keadaaan seperti, biaya persediaan, kerusakan barang, kehilangan barang, dan dalam menghadapi hal tersebut maka perlu ada nya mengelola stok barang.
Mengelola stok barang dengan baik dan benar harus diperlukan pemahaman bagaimana cara pengelolaan yang benar. Penting untuk setiap yang terlibat dalam mengelola stok barang memahami hal ini.
Jika ingin bisnis yang dikelola mengharuskan adanya stok atas penyimpanan barangnya. Kesalahan dalam mengelola stock barang bisa mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit, apalagi stok barang yang bernilai tinggi.
Oleh karena itu ada beberapa cara untuk mengelola stok barang dengan baik dan benar, maka hal yang harus di perhatikan dalam mengelola stok barang dengan baik dan benar tersebut adalah sebagai berikut;
1. Penyimpanan Stok Barang
Penyimpanan stok barang adalah hal yang paling terpenting dalam pengelolaan barang karena memelihara dan menjaga stok barang dalam kondisi normal dan baik harus diperhatikan hal yang berkaitan seperti, suhu, temperature, kelembaban, kerbersihan serta keamanan yang terjamin, selain itu sistem penataan stok barang di tempat penyimpanan harus juga di perhatikan agar tidak menganggu jalannya proses dalam perputaran barang masuk ataupun barang keluar
2. Perawatan Stok Barang
Selain menjaga penyimpaan stok barang , stok barang harus dilakukannya perawatan barang seperti melakukan pemeriksaan mutu barang jika masa simpan sudah mencapai waktu tertentu, dalam hal tersebut maka diterapkanlah prinsip 5R yaitu, Ringkas, Rapi, Resik, Rawat , Rajin.
3. Stok Opname Barang
Stok Opname sering disebut juga stok take yang memiliki definisi sebagai salah satu cara untuk mengetahui stok yang ada dengan cara menghitung langsung fisik barang yang ada. Biasanya dibandingkan juga dengan stok administrasi. Jika ada selisih biasanya dilakukan penyesuaian (adjustment) antara stok fisik dan stok administrasi, ada 2 jenis stok opname yaitu menghitung selutuh stok yang ada sekaligus dan menghitung stok yang ada secara bergiliran
4. Pengendalian Stok Barang
Pengendalian barang merupakan mengelolan barang yang mencakup operasional, mengenai barang masuk, barang keluar, penyimpanan, dan pelaporan ketersediaan stock dan pengadaan yang dibutuhkan. Memang pada dasarnya aktivitas operasional itu sendiri nampak sangat monoton dan tidak dinamis, namun mengharuskan adanya stok barang wajib mengelola operasional ini secara baik dan tepat.
Kesalahan dalam pengendalian bisa berakibat fatal dan menjadi kerugian yang sebenarnya tidak perlu terjadi, khususnya pada stock barang yang memiliki masa kadaluarsa yang singkat, atau rentan pada kondisi cuaca dan ruangan penyimpanan.. Untuk menghindari kerugian tersebut dibutuhkan analisa yang mendukung sebagai berikut :
Pastikan mengetahui dan mengenal jenis barang dagangan yang disimpan serta cara memperlakukannya.
Terapkan sistem administrasi dan dokumentasi yang mampu memonitor arus keluar, masuk, dan stok barang.
Terapkan sistem random check baik harian atau mingguan jika stock yang disimpan dalam beberapa jenis barang.
Standard Operational Procedure (SOP)
Membuat Standard operational procedure (SOP) agar segala aktivitas dapat dilakukan secara terperinci dan jelas guna menerima dan menangani stok barang dengan baik. Karena sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin, mempermudah opersional kerja semua pihak yang terlibat dalam mengelola stok barang serta mempermudah mencari hambatan–hambatan yang terjadi dalam pengelolaan stok barang.
Tugas hari ini jawablah pertanyaan ini dalam kolom komentar
1.Bagaimana cara menyimpan barang dagangan yang memerlukan tempat khusus?
2.Apa yang dilakukan pada buah bila beberapa bah busuk sebagian,adakah cara untuk menjualnya>
3.Apa saja syarat tempat penyimpanan
4.Bagaimana upaya untuk memperkecil kemungkinan rusaknya barang sebutkan 3 cara
5.Apa yang dilakukan karyawan bila mengetahui ada kerusakan peralatan toko
Senin, 19 Oktober 2020
Menerapkan perawatan produk
Apa itu Perawatan?
Pemeliharaan atau perawatan (maintenance) adalah serangkaian aktivitas untuk menjaga fasilitas dan peralatan agar senantiasa dalam keadaan siap pakai untuk melaksanakan produksi secara efektif dan efisien sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan berdasarkan standar (fungsional dan kualitas).
Tujuan Perawatan
Perawatan merupakan sebuah langkah pencegahan yang bertujuan untuk mengurangi atau bahkan menghindari kerusakan dari peralatan dengan memastikan tingkat keandalan dan kesiapan serta meminimalkan biaya perawatan
Fungsi Perawatan
Perawatan secara umum berfungsi untuk memperpanjang umur ekonomis dari mesin dan peralatan produksi yang ada serta mengusahakan agar mesin dan peralatan produksi tersebut selalu dalam keadaan optimal dan siap pakai untuk pelaksanaan proses produksi
Jenis Perawatan
a. Planned maintenance (perawatan yang terencana)
Planned maintenance adalah kegiatan perawatan yang dilaksanakan berdasarkan perencanaan terlebih dahulu. Pemeliharaan perencanaan ini mengacu pada rangkaian proses produksi. Planned maintenance terdiri dari:
Preventive maintenance (perawatan pencegahan). Preventive maintenance adalah pemeliharaan yang dilaksanakan dalam periode waktu yang tetap atau dengan kriteria tertentu pada berbagai tahap proses produksi. Tujuannya agar produk yang dihasilkan sesuai dengan rencana, baik mutu, biaya, maupun ketepatan waktunya.
Scheduled maintenance (perawatan terjadwal). Scheduled Maintenance adalah perawatan yang bertujuan mencegah terjadinya kerusakan dan perawatannya dilakukan secara periodik dalam rentang waktu tertentu. Rentang waktu perawatan ditentukan berdasarkan pengalaman, data masa lalu atau rekomendasi dari pabrik pembuat mesin yang bersangkutan.
Predictive maintenance (perawatan prediktif). Predictive maintenance adalah strategi perawatan di mana pelaksanaanya didasarkan kondisi mesin itu sendiri. Perawatan prediktif disebut juga perawatan berdasarkan kondisi (condition based maintenance) atau juga disebut monitoring kondisi mesin (machinery condition monitoring), yang artinya sebagai penentuan kondisi mesin dengan cara memeriksa mesin secara rutin, sehingga dapat diketahui keandalan mesin serta keselamatan kerja terjamin.
b. Unplanned maintenance (perawatan tidak terencana)
Unplanned maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan karena adanya indikasi atau petunjuk bahwa adanya tahap kegiatan proses produksi yang tiba-tiba memberikan hasil yang tidak layak. Dalam hal ini perlu dilakukan kegiatan pemeliharaan atas mesin secara tidak berencana. Unplanned maintenance terdiri dari:
Emergency maintenance (perawatan darurat). Emergency maintenance adalah kegiatan perawatan mesin yang memerlukan penanggulangan yang bersifat darurat agar tidak menimbulkan akibat yang lebih parah.
Breakdown maintenance (perawatan kerusakan). Breakdown maintenance adalah pemeliharaan yang bersifat perbaikan yang terjadi ketika peralatan mengalami kegagalan dan menuntut perbaikan darurat atau berdasarkan prioritas.
Corrective maintenance (perawatan penangkal). Corrective maintenance adalah pemeliharaan yang dilaksanakan karena adanya hasil produk (setengah jadi maupun barang jadi) tidak sesuai dengan rencana, baik mutu, biaya, maupun ketepatan waktunya. Misalnya: terjadi kekeliruan dalam mutu/bentuk barang, maka perlu diamati tahap kegiatan proses produksi yang perlu diperbaiki (koreksi).
Kegiatan perawatan
a. Inspeksi (inspection)
Kegiatan ispeksi meliputi kegiatan pengecekan atau pemeriksaan secara berkala dimana maksud kegiatan ini adalah untuk mengetahui apakah perusahaan selalu mempunyai peralatan atau fasilitas produksi yang baik untuk menjamin kelancaran proses produksi. Sehingga jika terjadinya kerusakan, maka segera diadakan perbaikan-perbaikan yang diperlukan sesuai dengan laporan hasil inspeksi, adan berusaha untuk mencegah sebab-sebab timbulnya kerusakan dengan melihat sebab-sebab kerusakan yang diperoleh dari hasil inspeksi.
b. Teknik (engineering)
Kegiatan ini meliputi kegiatan percobaan atas peralatan yang baru dibeli, dan kegiatan-kegiatan pengembangan peralatan yang perlu diganti, serta melakukan penelitian-penelitian terhadap kemungkinan pengembangan tersebut. Dalam kegiatan inilah dilihat kemampuan untuk mengadakan perubahan-perubahan dan perbaikan-perbaikan bagi perluasan dan kemajuan dari fasilitas atau peralatan perusahaan. Oleh karena itu kegiatan teknik ini sangat diperlukan terutama apabila dalam perbaikan mesin-mesin yang rusak tidak di dapatkan atau diperoleh komponen yang sama dengan yang dibutuhkan.
c. Produksi (production)
Kegiatan ini merupakan kegiatan pemeliharaan yang sebenarnya, yaitu memperbaiki dan mereparasi mesin-mesin dan peralatan. Secara fisik, melaksanakan pekerjaan yang disarankan atau yang diusulkan dalam kegiatan inspeksi dan teknik, melaksanakan kegiatan servis dan perminyakan (lubrication). Kegiatan produksi ini dimaksudkan untuk itu diperlukan usaha-usaha perbaikan segera jika terdapat kerusakan pada peralatan.
d. Administrasi (clerical work)
Pekerjaan administrasi ini merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan-pencatatan mengenai biaya-biaya yang terjadi dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan dan biaya-biaya yang berhubungan dengan kegiatan pemeliharaan, komponen (spareparts) yang di butuhkan, laporan kemajuan (progress report) tentang apa yang telah dikerjakan. waktu dilakukannya inspeksi dan perbaikan, serta lamanya perbaikan tersebut, komponen (spareparts) yang tersedia di bagian pemeliharaan.
e. Bangunan (housekeeping)
Kegiatan pemeliharaan bangunan merupakan kegiatan untuk menjaga agar bangunan gedung tetap terpelihara dan terjamin kebersihannya
Pada display produk harus disesuaikan antara perawatan dan penyimpanan barang dagangan sehingga memudahkan pegawai untuk hal hal berikut;
a Melakukan pengecekkan keadaan barang dan jumlah persediaan barang
b Pemilihan dan pencarian barang yang diperlukan
c Pengambilan barang persediaan
d Penambahan penataan barang persediaan
e Memelihara barang secara baik
Dalam merawat display produk, khususnya Departemen fresh harus memperhatikan keadaan sekelilingnya,perawatan ini tidak hanya perawatan produk saja tetapi meliputi semua kegiatan dalam perdagangan,misalnya perawatan counter, alat display, ruangan dan sebagainya.
Perawatan counter secara umum Perawatan counter yang baik dapat dilakukan dengan cara berikut;
A Lakukan penyemprotan secara rutin agar terhindar dari bau yang tidak sedap ,debu, dan pencemaran lainnya ,selain itu pada counter perlu adanya ventilasi yang cukup.
b mempunyai saluran pembuangan yang cukup,dan mudah dibersihkan,pengadaan air harus cukup dan
c Ruang display,ruang produksi dan ruang penyimpanan secararutin dibersihkan setiap hari, dapat menggunakan detergen atau desinfektan
d Tersedia tempat sampah
e Lakukan daily cleaner untuk semua peralatan di counter fresh
f Bersihkan showcase, cool strorage dan alat bantu lainnya sebagai poenghias counter setap minggu
Selain hal hal tersebut diatas,dalam merawat counter juga harus memperhatikan ;
a Perawatan , air, udara, rotasi dan kebersihan
b Sanitasi yaitu : pemahaman tentang bakteri, mencegah pertumbuhan bakteri,dan kebersihan pribadi
c Receiving
1) Pengecekan di bagian penerimaan barang
2) Perhatikan tanggal pengiriman yang tercantum pada PO
Periksa kualitas barang yang dikirim dan jumlah baraang yang dikirim harus sama dengan faktur
3) Barang yang dimasukkan ke gudang merupakan barang untuk stok sedangkan barang yang tidak di stok langsung dipajang setelah dilabel
d. Transfer atau retur
1) Kumpulkan barang yang akan diretur karena rusak atau tidak layak jual (biasanya dairy produk)
2) Diinformasikan pada supplier saat datang
3) Membuat bon retur
4) Barang returan diserahkan kepada supplier
e Shrinkage
1) Kumpulkan barang yang akan di musnahkan atau diubah bentuk (rusak dan busuk)
2) Membuat bon pemusnahan yang berisi:
a PLU d) harga beli
b nama barang e) berat barang
c. harga jual
3) Barang tersebut segera dimusnahkan atau diolah kembalif Survey
1) Lakukan survey minimal satu bulan sekali
2) Analisa hasil survey
3) Laporan hasil survey
Merawat display produk agar rapi dan bersih
Cara menyimpan dan mengamankan barang-barang dagangan, adalah sebagai berikut :
a. Menyimpan barang dagangan yang tidak memerlukan tempat khusus
-tertib, aman dan sehat
-tidak mudah dimasuki tikus atau binatang-binatang lainnya, dan
-tidak kena dedu atau kotoran
b. Menyimpan barang dagangan yang memerlukan tempat khusus.
-harus disimpan pada alat pendingin
-harus disimpan pada alat pemanas atau penghangat, dan
-harus disimpan pada tempat dengan temperatur khusus
Penyimpanan barang didalam toko,tentunya tidak dilakukan dalam jumlah banyak kerena toko tidak mempunyai gudang tempat khusus yangcukupluas dan besar ,menyimpan dan mengamankan barang-barang dalam toko hanya terbatas dalam jumlah yang dibutuhkan para konsumen /pembeli saja
Pada prinsipnya barang dagangan harus disimpan sedemikian rupa dan di tata dengan rapi menurut jenisnya agar barang barang dagangan terpelihara keamanannya dan terjamin mutunya.barang-barang sebelum dijual kembali ,
terlebih dahulu disimpan dan diamankan dalam :
1 Lemari khusus
2 Gudang khusus,milik toko sendiri
3 Ruangan toko
Materi hari ini tentang perawatan produk di supermarket
ntuk tugas hari ini silahkan di jawab di kolom komentar pertanyaan berikut:
1.Pada awal barang datang dari gudang sebutkan 5 urutan kegiatan penerimaan barang
2.Dalam perawatan di supermarket kita mengenal kata sanitasi apa yang dimaksud dengan sanitasi
3.Apa yang dimaksud dengan SHRINKAGE
4.Bila produk harus diretur sebutkan 4 langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan retur produk
5.Sebutkan contoh produk yang biasanya diretur dan alasan mereturnya
Semoga Allah mudahkan aamiin
Langganan:
Komentar (Atom)
materi 4.1
Untuk pertemuan ini silahkan kalian meringkas di buku tulis materi ibu semester dua ya buat persiapan belajar mid semester genap kirim foto...
-
Keamanan dan kebersihan lingkungan toko tempat anda bekerja, sangat penting sekali. Keamanan dan kebersihan lingkungan toko tempat bekerja...
-
Untuk pertemuan ini silahkan kalian meringkas di buku tulis materi ibu semester dua ya buat persiapan belajar mid semester genap kirim foto...
-
Dalam pertemuan kemarin kita sudah memahami apa yang di sebut SOP selanjutnya kita akan menerapkan SOP dalam penataan produk,tapi sebelum k...